DEWASA ITU APA SIH ????
Yapzz... tentunya kita sering mendengar kata
dewasa, itu artinya tidak asing lagi dengan yang namanya DEWASA. Apa itu dewasa
??????????????????......
Tingkat kedewasaan seseorang tidak selalu
berbanding lurus dengan usianya. Mereka yang lebih tua belum tentu lebih
dewasa. Lalu, bagaimana mengukur tingkat kedewasaan seseorang ?
Ada beberapa aspek yang bisa
dijadikan ukuran untuk menilai tingkat kedewasaan seseorang :
1. Intelektual
Dari segi ini kita
dikatakan dewasa dilihat dari kemampuan kita membentuk pendirian. Artinya, kita
punya pendirian atau prinsip yang jelas sehingga tidak mudah terombang-ambing
oleh situasi yang menuntut kita untuk bersikap . Tapi, tetap memperhatikan pendapat
orang lain walaupun tidak bersr pada pendapat itu. Kemampuan mengambil
keputusan sendiri dengan tegas dan bebas berdasarkan bukti, alasan nyata dan
nasihat baik dari orang lain, serta tertanggung jawab dengan segala keputusan
kita. Tidak bingung kalau ada masalah, tapi dianalisis sebab-sebabnya sehingga
bisa dicari kemungkinan-kemungkinan penyelesaiannya.
2. Emosional
Kita dikatakan sebagai orang dewasa secara emosional diti
dengan kemampuan menerima emosi dan menguasainya secara wajar. Artinya, apapun
emosi yang sedang kita alami, kita tetap bisa menguasai dan mengelolanya dengan
baik. Tidak dipengaruhi rasa takut dan gelisah. Kita bisa mengintrol emosi
sehingga tidak merugikan orang lain. Dari sini dapat dilihat bahwa orang dewasa
juga punya kecerdasan emosi yang cukup tinggi.
3. Sosial
Kedewasaan kita dari segi sosial tampak dari keterbukaan
terhadap orang lain. Sanggup membuat persahabatan. Tidak bergantung kepada
siapa pun, tetapi bukan berarti kita tidak butuh orang lain. Kita bisa
menyesuaikan diri dan hormat dengan hukum, kebiasaan dan adat istiadat
masyarakat di mana pun kita berada.
4. Moral
Dari segi moral dapat dilihat dari
kesetiaan kita pada asas-asas moral dan mengamalkannya dalam kehidupan
sehari-hari. Umumnya semakin dewasa diri kita, akan semakin mementingkan orang
lain daripada diri sendiri.
5. Spiritual
Kedewasaan dari segi ini bisa
dilihat dari cara berkeyakinan yang tidak sempit. Kita mampu bergaul dan
membina hubungan baik dengan orang-orang yang keyakinannya berbeda dari diri
kita. Kalau sudah mencapai hal itu, kita mampu mencintai orang lain tanpa
batas-batas agama, ras, suku atau golongan.
Lalu, apakah seseorang
yang disebut dewasa kemudian meninggalkan segala bentuk keceriaan, dan
kegairahan hidup ? Tentu saja tidak. Orang dewasa tidak harus selalu bersikap
seriut. Adakalanya orang dewasa juga bersikap jahil dan senang berc untuk
memecah kebekuan atau menurunkan ketegangan.
v Penghambat Kedewasaan
Kedewasaan tidak selalu berhubungan
dengan umur. Kadang ada orang yang umurnya boleh dibilang tua, tapi sikapnya
masih kekanak-kanakan, suka menang sendiri, emosian dan enggak mau kalah. Tapi,
ada yang sebaliknya walaupun usianya masih muda, dia mampu menjadi panutan
teman-temannya.
Kedewasaan adalah proses
perkembangan kepribadian. Karena proses, jadi nggak bisa instant. Tidak bisa
hanya dengan berdn ala orang dewasa terus jadi orang dewasa. Kedewasaan itu
lebih ke sikap kita dalam menghadapi apa pun. Memang sih, mestinya yang umurnya
lebih banyak dia akan lebih dewasa karena sudah mengalami banyak haldalam hidup
dan lebih banyak belajar dari pengalaman. Tapi nyatanya tidak selalu begitu,
ini karena pendewasaan dalam prosesnya bisa mengalami kemajuan, mandek bahkan
mundur. Orang yang selalu belajar dari pengalaman dan suka intropeksi diri
biasanya proses kedewasaannya makin maju. Artinya, makin hari ia makin tumbuh
menjadi manusia yang lebih bijaksana. Sebaliknya, orang yang cepat merasa puas
sehingga marasa tidak perlu belajar lagi, manja, tidak mau dikritik dan selalu
lari dari masalah akan mengalami hambatan dalam proses pendewasaannya.
Ciri paling mencolok dari orang yang
tidak dewasa adalah egoisme yang tinggi. Artinya, selalu mementingkan diri
sendiri tanpa melihat kepentingan orang lain. Latihan pertama untuk menjadi
dewasa adalah berlatih untuk mengurangi sifat egois kita.
Latihan selanjutnya
adalah belajar untuk menerima diri sendiri apa adanya. Pada dasarnya orang
menjadi egois karena ia tidak mampu untuk menerima dirinya sendiri apa adanya.
Jadi, contoh eksplor diri sendiri kekurangan dan kelebihannya. Terimalah apa
pun yang ada pada diri sendiri. Hanya dengan menerima diri sendiri apa adanya,
kita akan mampu bersikap terbuka pada orang lain.
Mencintai semua yang ada
dalam diri kita sendiri merupakan dasar untuk bisa mencintai semua manusia.
Kalau kita mampu mencintai semua manusia apa adanya, itu berarti kita telah
sampai di “puncak kedewasaan”.
Kuncinya adalah belajar….
Berlatih…. Belajar…. Berlatih teruuuuuuuuuuuuus !
pengalaman menentukan kedewasaan seseorang
BalasHapuskedewasa seseorang tidak di ukur dari umur. melainkan sikapnya. :)
BalasHapusdwasa itu pencapaian perilaku,pmkiran
BalasHapuswalaupun umur masih belia.. tapi pengalaman luar biasa
BalasHapusaku hampir dewasa
BalasHapusaku belum ngrasa dewasa...
BalasHapusdgn kedewasaan kita dpt mengatasi masalah scr bijak.
BalasHapusKdewasaan tdk bisa diukur dg umur...
BalasHapusBetul ...
BalasHapusJika dilihat dr artikel ini, brarti q blm msuk dlm kriteria dewasa.,.
BalasHapuskdng sikap kekanak-kanakannya msh sering muncul
BalasHapusaku blm bisa dewasa,, dan dewasa itu ga bs dilihan dr umur
BalasHapustambah tambah ilmu.......
BalasHapusQ sih udah dwasa blum yc ???? :D
BalasHapusAll@ yuukKk., yg merasa blm dewasa, mulai dr skrang tingkatkan kedewasaan kita,.
BalasHapus