MAKNA
DAN TUJUAN HIDUP
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Apakah benar manusia di dunia ini mempunyai makna dan
tujuan hidup? Ataukah sesungguhnya hidup ini terjadi secara kebetulan belaka
tanpa makna apapun dan tanpa tujuan sama sekali?
Semua manusia tanpa
terkecuali, pasti akan mati. Bila demikian, lalu apa sebenarnya yang akan
dituju oleh manusia di alam dunia ini? Apakah manusia hidup semata-mata hanya
untuk bekerja, berumahtangga, bersenang-senang dengan harta yang dimilikinya?
Atau berkeluh kesah dengan kemiskinannya, kemudian ia lalu mati tidak berdaya?
Apakah setelah mati
manusia ia akan hilang menguap seperti halnya api obor yang padam? Atau apakah
manusia yang dilahirkan dalam ketiadaan itu akan mati dalam ketiadaan pula?
Bila ya, apakah berarti
hidup manusia di dunia ini sia-sia belaka? Tentulah tidak demikian. Allah telah
berfirman: “bahwa manusia akan terus ada dan tidak akan pernah menghilang atau
menguap. Manusia akan menjalani hidup abadi di akhirat kelak”.
Dengan
demikian, jelaslah bawah sesungguhnya yang dituju oleh semua manusia adalah
akhirat. Cepat atau lambat, suka atau tidak suka, semua manusia pasti akan
menuju kesana.
Firman Allah berikut ini menjelaskan
lebih jelas tentang tujuan hidup :
1. Apakah kalian mengira bahwa
Kami menciptakan kalian sia-sia dan bahwa sesungguhnya kalian tidak akan
kembali kepada Kami?
2.Apakah manusia mengira bahwa ia
akan dibiarkan begitu saja tanpa pertanggungjawaban?
3. Sesungguhnya hari kiamat akan
datang, dan Aku merahasiakan waktunya agar tiap-tiap diri dibalas dengan apa
yang diusahakannya
4. Bahwa kehidupan dunia ini
merupakan senda gurau dan main-main, dan sesungguhnya akhirat itulah yang
sebenar-benarnya kehidupan
5.
Sesungguhnya orang-orang yang tidak percaya kepada kehidupan akhirat, Kami
sediakan bagi mereka adzab yang pedih
Dari keterangan singkat yang diuraikan di atas, bila direnungkan
baik-baik, makna yang tersirat sangatlah dalam. Pahamilah hal tersebut
baik-baik, karena hal itu merupakan fundamen yang paling mendasar untuk dapat
menemukan atau mengartikan kebenaran hidup yang hakiki.
Masa remaja, dipng sebagai periode yang sangat penting
dalam kehidupan beragama, karena pada masa remaja merupakan saat “penyran”,
artinya saat dimana keimanan yang tadinya bersifat pinjaman kini menjadi
miliknya sendiri. Dalam beberapa kelompk keagamaan terdapat anggapan, bahwa
masa remaja adalah suatu masa dimana seseorang telah matang untuk bertobat atau
hidup siap untuk memasukkan dirinya ke dalam agama dengan lebih pasti,
dibandingkan dengan masa kanak-kanak.
Di sisi lain, masa remaja
dipng sebagai periode yang sangat labil seiring dengan perkembangan logika yang
mulai kritis dan mulai mencari identitas diri. Oleh karena itu jika seorang
remaja pada periode ini kurang bimbingan dalam masalah agama, dia akan mudah
goyah, ragu-ragu dalam keimanannya bahkan mungkin dapat beralih keyakinan atau
beralih agama.
Nah,
sekarang bagaimana dengan Anda? Seberapa jauh memahami makna kehidupan?
Bagaimana menyikapi masalah hidup dalam
kehidupan ini?
1. Membiasakan Berlaku
Jujur
Di jaman yang penuh persaingan ini, kejujuran hanyalah
dianggap simbol belaka. Orang tak lagi percaya kejujuran membawa mujur, bahkan
ada pepatah (sesat) yang mengatakan jujur berarti hancur.
Sudahkah An membaca koran
hari ini? Atau melihat berita di TV? Banyak berita tentang tertangkapnya para
koruptor dan para pelaku kejahatan lainnya. Jika dulu penjara dipenuhi oleh
tokoh politik yang sedang memperjuangkan negeri ini, maka kini penjara penuh
dengan para pengkhianat negeri ini. Semua itu karena salah mengartikan makna
kejujuran.
Benarkah jujur membawa
mujur? Ataukah sebaliknya? Ikutlah urutan berikut ini dengan seksama.
a.
Kejujuran sebagai nilai luhur
Jujur berarti mengemukakan sesuatu sesuai dengan keadaan
yang sebenarnya. Jujur sangat berdekatan dengan benar, dan sebaliknya
bertentangan dengan bohong atau munafik. Orang yang berlaku jujur sudah
dipastikan bahwa dia merasa benar, karena benar itu adalah sesuatu yang sesuai
dengan kejadian dan keyakinan. Orang yang berkata sesuatu yang sesuai dengan
kejadian dan keyakinan. Orang yang berkata dan bertindak sesuai dengan keadaan
yang sebenarnya baik kejadian, keyakinan atau kepercayaan, maka akan terlepas
dari beban batin. Fakta inilah yang mendorong orang untuk menyakini bahwa
kejujuran adalah nilai luhur yang pantas untuk dijunjung tinggi walaupun tidak
semura orang mampu melaksanakannya.
Allah Yang Maha
Kuasa tidak semua tanggung-tanggung memberi nilai pada kejujuran dengan
firman-Nya : “Wahai orang yang beriman,
taqwalah kepada Allah dan beradalah kamu bersama orang yang jujur” (Q.S.
At-Taubah 119). Jadi, orang yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha
Esa akan aman berada di lingkungan orang-orang yang jujur.
b.
Membiasakan menjunjung tinggi nilai kejujuran
1.
Sikap jujur adalah perilaku yang tidak suka berbohong dan tidak suka berbuat
curang, berkata apa adanya sesuai dengan
kenyataan yang sebenarnya. Contoh : berkata sesuatu dengan tidak menambah atau
mengurangi apa yang kita dengar, dan apa yang kita lihat.
2.
Sikap jujur harus senantiasa kita wujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Yakni
dalam berkata, bekerja dan bertingkah laku. Contoh :
- Tidak menyontek waktu
ulangan
- Berkata jujur ketika
membela teman
- Mengembalikan barang
yang bukan milik kita kepada pemiliknya, dsb
3. Manfaat kita berbuat jujur antara lain adalah :
a. Akan dipercaya orang,
orang akan mudah percaya kepada kita jika kita selalu jujur tetapi jika kita suka berbohong maka orang akan
sulit mempercayai kita.
b. Disenangi banyak teman. Siapa orangnya yang
tidak suka sama sama orang yang jujur dan suka membela kebenaran
c. Memperkokoh
persaudaraan antar teman. Karena orang yang jujur tidak akan mengkhianati
temannya sendiri
4. Untuk mewujudkan kejujuran diperlukan
sikap-sikap sebagai berikut :
a. Tepat janji : artinya
selalu menepati janji, bertanggungjawab terhadap apa yang telah diucapkan dan disepakati.
b. Amanah : artinya dapat
dipercaya dan selalu mewujudkan apa yang telah disepakati bersama.
c. Bijaksana : artinya
selalu mengedepankan pemikiran yang matang dan tidak ingin merugikan siapapun.
d. Lugas : artinya sikap
dan perilaku yang selalu menunjukkan sesuatu apa adanya dan tidak dibuat-buat.
e. Sabar : artinya sikap
yang tenang dalam menghadapi dan menerima apa pun.
f. Rajin : artinya suka
bekerja keras atau belajar giat dan berusaha keras melakukan kegiatan sampai
tercapai tujuan.
g. Ulet : artinya tidak mudah
putus asa atau tidak mudah menyerah terhadap berbagai hambatan dan rintangan
yang dihadapi
h. Kehati-hatian :
artinya bersikap hati-hati, cermat dan teliti
i.
Berpikir jauh ke depan : artinya selalu
berpikir untuk jangka panjang dan hari esok yang lebih baik.
c.
Kejujuran dalam bohong
Ada pepatah Inggris yang
berbunyi “Tell a lie find the truth” (ucapkan satu bohong untuk memancing
sesuatu kebenaran). Pepatah ini menunjukkan bahwa kebenaran tetap di atas
segalanya. Dalam keadaan tertentu atas pertimbangan akal budi yang sehat, demi
mencapai kebenaran diperbolehkan untuk menggunakan kebohongan.
Dalam ajaran Islam juga
tidak ada bedanya, dikenal dengan istilah ruhshah (keringanan yang diberikan
Tuhan) yaitu: barang yang dihukumkan haram, karena untuk membela sesuatu yang
lebih mulia (umpamanya jiwa manusia) bisa berubah jadi halal. Tetapi materi
barang itu tetap haram. Bohong semacam ini oleh orang Inggris disebut white
lies (bohong putih).
Nabi memberi contoh
penggunaan bohong semacam ini untuk mendamaikan orang yang bertengkar. Pada
yang satu dikatakan, lawannya telah menyesal dan mohon maaf, pada yang
lain (musuhnya) juga dikatakan
demikian padahal sebenarnya tidak. Nilai yang dibela dalam hal ini adalah
silaturahmi. Silaturahmi atau ingin damai dengan orang lain adalah suatu
kejujuran yang lebih mulia dibanding dengan pertengkaran atau permusuhan.
jujur adalah harga mati
BalasHapusTujuan hidup harus di pegang, dalam kehidupan yang akan datang :)
BalasHapushidup itu . . ?
BalasHapusso.. jujur penting ga ? dlm hal ngtif ?
BalasHapuskehidupan kehidupan kehidupan , , ,, alangkahah nikmat. .. .
BalasHapushidup sejatinya seperti apa c....
BalasHapusyapz, bener tuch...
BalasHapusindahnya hidup jika disertai dengan kejujuran...
BalasHapusYapz.,dalam hdup hrz punya tujuan...
BalasHapusRefrensi buat q nie...
BalasHapusapa maksud dari kebohongan dalam kejujuran?????
BalasHapusharus berpegang teguh sama kejujuran, kejujuran tetap no 1 :)
BalasHapusjunjung tinggi kejujuran
BalasHapusbagusssssssssss
BalasHapusAll@ matur thanks atas komennya, mhon maaf tak bza blz 1per 1...
BalasHapusbagus..
BalasHapussmoga brmanfaat
BalasHapus