Minggu, 05 Mei 2013

Hidup yang sebenarnya atau cuma hidup - hidupan


MAKNA DAN TUJUAN HIDUP
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------
          Apakah benar manusia di dunia ini mempunyai makna dan tujuan hidup? Ataukah sesungguhnya hidup ini terjadi secara kebetulan belaka tanpa makna apapun dan tanpa tujuan sama sekali?
Semua manusia tanpa terkecuali, pasti akan mati. Bila demikian, lalu apa sebenarnya yang akan dituju oleh manusia di alam dunia ini? Apakah manusia hidup semata-mata hanya untuk bekerja, berumahtangga, bersenang-senang dengan harta yang dimilikinya? Atau berkeluh kesah dengan kemiskinannya, kemudian ia lalu mati tidak berdaya?
Apakah setelah mati manusia ia akan hilang menguap seperti halnya api obor yang padam? Atau apakah manusia yang dilahirkan dalam ketiadaan itu akan mati dalam ketiadaan pula?
Bila ya, apakah berarti hidup manusia di dunia ini sia-sia belaka? Tentulah tidak demikian. Allah telah berfirman: “bahwa manusia akan terus ada dan tidak akan pernah menghilang atau menguap. Manusia akan menjalani hidup abadi di akhirat kelak”.
Dengan demikian, jelaslah bawah sesungguhnya yang dituju oleh semua manusia adalah akhirat. Cepat atau lambat, suka atau tidak suka, semua manusia pasti akan menuju kesana.
          Firman Allah berikut ini menjelaskan lebih jelas tentang tujuan hidup :
1. Apakah kalian mengira bahwa Kami menciptakan kalian sia-sia dan bahwa sesungguhnya kalian tidak akan kembali kepada Kami?
2.Apakah manusia mengira bahwa ia akan dibiarkan begitu saja tanpa pertanggungjawaban?
3. Sesungguhnya hari kiamat akan datang, dan Aku merahasiakan waktunya agar tiap-tiap diri dibalas dengan apa yang diusahakannya
4. Bahwa kehidupan dunia ini merupakan senda gurau dan main-main, dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenar-benarnya kehidupan
5. Sesungguhnya orang-orang yang tidak percaya kepada kehidupan akhirat, Kami sediakan bagi mereka adzab yang pedih

          Dari keterangan singkat yang diuraikan di atas, bila direnungkan baik-baik, makna yang tersirat sangatlah dalam. Pahamilah hal tersebut baik-baik, karena hal itu merupakan fundamen yang paling mendasar untuk dapat menemukan atau mengartikan kebenaran hidup yang hakiki.
          Masa remaja, dipng sebagai periode yang sangat penting dalam kehidupan beragama, karena pada masa remaja merupakan saat “penyran”, artinya saat dimana keimanan yang tadinya bersifat pinjaman kini menjadi miliknya sendiri. Dalam beberapa kelompk keagamaan terdapat anggapan, bahwa masa remaja adalah suatu masa dimana seseorang telah matang untuk bertobat atau hidup siap untuk memasukkan dirinya ke dalam agama dengan lebih pasti, dibandingkan dengan masa kanak-kanak.
Di sisi lain, masa remaja dipng sebagai periode yang sangat labil seiring dengan perkembangan logika yang mulai kritis dan mulai mencari identitas diri. Oleh karena itu jika seorang remaja pada periode ini kurang bimbingan dalam masalah agama, dia akan mudah goyah, ragu-ragu dalam keimanannya bahkan mungkin dapat beralih keyakinan atau beralih agama.
Nah, sekarang bagaimana dengan Anda? Seberapa jauh memahami makna kehidupan? Bagaimana  menyikapi masalah hidup dalam kehidupan ini?
1. Membiasakan Berlaku Jujur
          Di jaman yang penuh persaingan ini, kejujuran hanyalah dianggap simbol belaka. Orang tak lagi percaya kejujuran membawa mujur, bahkan ada pepatah (sesat) yang mengatakan jujur berarti hancur.
Sudahkah An membaca koran hari ini? Atau melihat berita di TV? Banyak berita tentang tertangkapnya para koruptor dan para pelaku kejahatan lainnya. Jika dulu penjara dipenuhi oleh tokoh politik yang sedang memperjuangkan negeri ini, maka kini penjara penuh dengan para pengkhianat negeri ini. Semua itu karena salah mengartikan makna kejujuran.
Benarkah jujur membawa mujur? Ataukah sebaliknya? Ikutlah urutan berikut ini dengan seksama.
a. Kejujuran sebagai nilai luhur
          Jujur berarti mengemukakan sesuatu sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Jujur sangat berdekatan dengan benar, dan sebaliknya bertentangan dengan bohong atau munafik. Orang yang berlaku jujur sudah dipastikan bahwa dia merasa benar, karena benar itu adalah sesuatu yang sesuai dengan kejadian dan keyakinan. Orang yang berkata sesuatu yang sesuai dengan kejadian dan keyakinan. Orang yang berkata dan bertindak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya baik kejadian, keyakinan atau kepercayaan, maka akan terlepas dari beban batin. Fakta inilah yang mendorong orang untuk menyakini bahwa kejujuran adalah nilai luhur yang pantas untuk dijunjung tinggi walaupun tidak semura orang mampu melaksanakannya.
           Allah Yang Maha Kuasa tidak semua tanggung-tanggung memberi nilai pada kejujuran dengan firman-Nya : “Wahai orang yang beriman, taqwalah kepada Allah dan beradalah kamu bersama orang yang jujur” (Q.S. At-Taubah 119). Jadi, orang yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa akan aman berada di lingkungan orang-orang yang jujur.
b. Membiasakan menjunjung tinggi nilai kejujuran
1. Sikap jujur adalah perilaku yang tidak suka berbohong dan tidak suka berbuat curang,  berkata apa adanya sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya. Contoh : berkata sesuatu dengan tidak menambah atau mengurangi apa yang kita dengar, dan apa yang kita lihat.
2. Sikap jujur harus senantiasa kita wujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Yakni dalam berkata, bekerja dan bertingkah laku. Contoh :
- Tidak menyontek waktu ulangan
- Berkata jujur ketika membela teman
- Mengembalikan barang yang bukan milik kita kepada pemiliknya, dsb
     3. Manfaat kita berbuat jujur antara lain adalah :
a. Akan dipercaya orang, orang akan mudah percaya kepada kita jika kita selalu jujur tetapi    jika kita suka berbohong maka orang akan sulit mempercayai kita.
b.  Disenangi banyak teman. Siapa orangnya yang tidak suka sama sama orang yang jujur dan suka membela kebenaran
c. Memperkokoh persaudaraan antar teman. Karena orang yang jujur tidak akan mengkhianati temannya sendiri
      4. Untuk mewujudkan kejujuran diperlukan sikap-sikap sebagai berikut :
a. Tepat janji : artinya selalu menepati janji, bertanggungjawab terhadap apa yang telah      diucapkan dan disepakati.
b. Amanah : artinya dapat dipercaya dan selalu mewujudkan apa yang telah disepakati bersama.
c. Bijaksana : artinya selalu mengedepankan pemikiran yang matang dan tidak ingin merugikan siapapun.
d. Lugas : artinya sikap dan perilaku yang selalu menunjukkan sesuatu apa adanya dan tidak dibuat-buat.
e. Sabar : artinya sikap yang tenang dalam menghadapi dan menerima apa pun.
f. Rajin : artinya suka bekerja keras atau belajar giat dan berusaha keras melakukan kegiatan sampai tercapai tujuan.
g. Ulet : artinya tidak mudah putus asa atau tidak mudah menyerah terhadap berbagai hambatan dan rintangan yang dihadapi
h. Kehati-hatian : artinya bersikap hati-hati, cermat dan teliti
i.  Berpikir jauh ke depan : artinya selalu berpikir untuk jangka panjang dan hari esok yang lebih baik.
c. Kejujuran dalam bohong
Ada pepatah Inggris yang berbunyi “Tell a lie find the truth” (ucapkan satu bohong untuk memancing sesuatu kebenaran). Pepatah ini menunjukkan bahwa kebenaran tetap di atas segalanya. Dalam keadaan tertentu atas pertimbangan akal budi yang sehat, demi mencapai kebenaran diperbolehkan untuk menggunakan kebohongan.
Dalam ajaran Islam juga tidak ada bedanya, dikenal dengan istilah ruhshah (keringanan yang diberikan Tuhan) yaitu: barang yang dihukumkan haram, karena untuk membela sesuatu yang lebih mulia (umpamanya jiwa manusia) bisa berubah jadi halal. Tetapi materi barang itu tetap haram. Bohong semacam ini oleh orang Inggris disebut white lies (bohong putih).
Nabi memberi contoh penggunaan bohong semacam ini untuk mendamaikan orang yang bertengkar. Pada yang satu dikatakan, lawannya telah menyesal dan mohon maaf, pada yang
lain (musuhnya) juga dikatakan demikian padahal sebenarnya tidak. Nilai yang dibela dalam hal ini adalah silaturahmi. Silaturahmi atau ingin damai dengan orang lain adalah suatu kejujuran yang lebih mulia dibanding dengan pertengkaran atau permusuhan.

17 komentar:

  1. Tujuan hidup harus di pegang, dalam kehidupan yang akan datang :)

    BalasHapus
  2. so.. jujur penting ga ? dlm hal ngtif ?

    BalasHapus
  3. kehidupan kehidupan kehidupan , , ,, alangkahah nikmat. .. .

    BalasHapus
  4. hidup sejatinya seperti apa c....

    BalasHapus
  5. indahnya hidup jika disertai dengan kejujuran...

    BalasHapus
  6. Yapz.,dalam hdup hrz punya tujuan...

    BalasHapus
  7. apa maksud dari kebohongan dalam kejujuran?????

    BalasHapus
  8. harus berpegang teguh sama kejujuran, kejujuran tetap no 1 :)

    BalasHapus
  9. All@ matur thanks atas komennya, mhon maaf tak bza blz 1per 1...

    BalasHapus