Minggu, 05 Mei 2013

Pernikahan Dini, oohhhh No !!!!////


MENUNDA PERNIKAHAN DINI, PILIHAN YANG SMART
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------
          Dunia telah berubah, mau tidak mau remaja harus mengikutinya. Mengikuti, bukan berarti kita mau melakukan apapun tetapi kita harus selektif memilih dan memilahnya. Kendalanya adalah kadang kita dikatakan nggak gaul kalau nggak mengikuti dan orang tua serta masyarakat akan menilai kita anak nakal kalau kita berlebihan mengikutinya. Remaja harus pi menempatkan diri dalam pergaulan yang serba modern seperti saat ini
Perkembangan ukuran dan bentuk tubuh beserta organ special yang menyertai sering kali menyita pikiran remaja di masa-masa remaja ini. Pertanyaan – pertanyaan menggunung disekitar perkembangan fisik dan psikologis remaja. Cantikkah saya? Normalkah ukuran tubuh saya? Menarikkah saya? Adalah contoh pertanyaan-pertanyaan pada diri remaja. Sebenarnya yang disebut ”normal” atau ”ideal” itu ukurannya apa? Dan siapa yang berhak untuk ngasih batasan? Asal kita tahu, citra diri kita termasuk citra pribadi kita enggak dinilai dari hal ini. Namun menyangkut perilaku positif dan bertanggung jawab di mana aspek biologis (perasaan suka dan disukai)), aspek psikologis (menggunakan perasaan dan pikiran), dan aspek sosial di mana norma-norma yang ada ikut memengaruhi dalam satu kesatuan. Setiap orang adalah unik. Spesial atau enggaknya bukan ditentukan oleh bentuk dan ukuran tubuh yang kita miliki. Namun menyangkut perilaku yang kita tunjukkan dan bagaimana kita menempatkannya.
v  Putuskan untuk menunggu
          Kita semua pasti sudah tahu konsekuensi yang kita tanggung kalau melakukan hubungan seks sebelum nikah. Dalam keyakinan apa pun hal ini merupakan perbuatan dosa dan bisa menimbulkan kehamilan di luar nikah. Sementara jika dilihat secara biologis, psikologis, sosial, dan ekonomi hampir dipastikan seusia kita belum siap menjadi ayah dan ibu. Apalagi jika dilakukan secara enggak aman, maka akan berpotensi terhadap penularan HIV/AIDS dan infeksi menular seksual (IMS) lainnya. Dalam pertemanan atau di lingkungan kita pun bisa menjadi enggak percaya diri (pe-de) lagi dalam pergaulan. Perlu juga dipikirkan, bagaimana dengan kesempatan untuk sekolah atau berkarier demi masa depan kita? Coba renungkan, betapa banyak konsekuensi yang harus kita tanggung.
Sementara jika kita menunda hubungan seks hingga saat yang sah (dalam perkawinan), kita dapat menghitung keuntungan-keuntungan yang bisa didapat yaitu :
(1) Kesempatan untuk menikmati hidup dan merencanakan masa depan
      Dengan menunda hubungan seks memberikan kita lebih banyak waktu untuk menikmati hidup, bermain bersama teman-teman, belajar tentang mengenal lawan jenis, belajar tentang menyiapkan diri untuk pernikahan, dan dapat menyiapkan diri untuk meraih masa depan yang baik.
(2) Terhindar dari stres
     Tentu saja, Kita enggak perlu stres setiap hari memikirkan apakah pacar kita akan hamil atau enggak. Kita enggak perlu memikirkan bagaimana kalau kita enggak perawan lagi. Atau enggak perlu memikirkan apakah kita terkena HIV/AIDS serta infeksi menular seksual lainnya.
(3) Lebih percaya diri (pe-de)
      Kita lebih yakin dengan konsep diri kita. Bangga dan menjadi percaya diri. Dengan memng diri lebih positif akan membantu kita untuk memng orang lain secara positif, termasuk hubungan yang kita bangun. Kita menjadi percaya diri karena melakukan hal-hal positif dan merasakan kebahagiaan dan kepuasan hidup.
(4) Membuat hidup lebih sehat
      Menunda hubungan seks menghindari risiko penyakit dan kerusakan terhadap tubuh kita. Kita dapat menjaga tubuh kita dan orang lain dari penyakit dan kerusakan. Jadi, kalau tubuh sehat kita dapat melakukan aktivitas secara baik dan menyenangkan.
Jawa Pos, menuliskan bahwa salah satu sebab kanker serviks pada wanita adalah karena menikah diusia dibawah 18 tahun. Usia kalian baru 12-15 tahun, jadi sepantasnyalah kalau belajar untuk meraih cita-cita, hidup berprestasi dalam menyongsong masa depan adalah yang utama bagi remaja. Itu sebabnya mengapa menunda hubungan seks kita katakan sebagai sebuah pilihan smart.

12 komentar:

  1. lebih siap dari segi ekonomi dan mental. hehe

    BalasHapus
  2. iya lah....harus mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang...

    BalasHapus
  3. sesuaikan usia, siapkan mental dan pekerjaan supaya masa depan dpt brjalan dgn baik...

    BalasHapus
  4. Harus siap lahir dan batin...

    BalasHapus
  5. Persiapkan sgala sesuatu'y dg matang, agar tdk ada pnyesalan dikemudian hari.,

    BalasHapus
  6. ga usah buru2,
    persiapannya ga segampang yg dibayangin,

    BalasHapus
  7. pernikahan dini...?
    ngga deh..masih belum siap.

    BalasHapus
  8. All@ sippzZ lah...udh pd coment.

    BalasHapus