MENUNDA
PERNIKAHAN DINI, PILIHAN YANG SMART
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Dunia telah berubah, mau tidak mau remaja harus
mengikutinya. Mengikuti, bukan berarti kita mau melakukan apapun tetapi kita
harus selektif memilih dan memilahnya. Kendalanya adalah kadang kita dikatakan nggak
gaul kalau nggak mengikuti dan orang tua serta masyarakat akan menilai
kita anak nakal kalau kita berlebihan mengikutinya. Remaja harus
pi menempatkan diri dalam pergaulan yang serba modern seperti saat ini
Perkembangan ukuran dan
bentuk tubuh beserta organ special yang menyertai sering kali menyita pikiran
remaja di masa-masa remaja ini. Pertanyaan – pertanyaan menggunung disekitar
perkembangan fisik dan psikologis remaja. Cantikkah saya? Normalkah ukuran
tubuh saya? Menarikkah saya? Adalah contoh pertanyaan-pertanyaan pada diri
remaja. Sebenarnya yang disebut ”normal” atau ”ideal” itu ukurannya apa? Dan
siapa yang berhak untuk ngasih batasan? Asal kita tahu, citra diri kita
termasuk citra pribadi kita enggak dinilai dari hal ini. Namun menyangkut
perilaku positif dan bertanggung jawab di mana aspek biologis (perasaan suka
dan disukai)), aspek psikologis (menggunakan perasaan dan pikiran), dan aspek
sosial di mana norma-norma yang ada ikut memengaruhi dalam satu kesatuan.
Setiap orang adalah unik. Spesial atau enggaknya bukan ditentukan oleh bentuk
dan ukuran tubuh yang kita miliki. Namun menyangkut perilaku yang kita
tunjukkan dan bagaimana kita menempatkannya.
v Putuskan untuk menunggu
Kita semua pasti sudah tahu konsekuensi yang kita tanggung
kalau melakukan hubungan seks sebelum nikah. Dalam keyakinan apa pun hal ini
merupakan perbuatan dosa dan bisa menimbulkan kehamilan di luar nikah.
Sementara jika dilihat secara biologis, psikologis, sosial, dan ekonomi hampir
dipastikan seusia kita belum siap menjadi ayah dan ibu. Apalagi jika dilakukan
secara enggak aman, maka akan berpotensi terhadap penularan HIV/AIDS dan
infeksi menular seksual (IMS) lainnya. Dalam pertemanan atau di lingkungan kita
pun bisa menjadi enggak percaya diri (pe-de) lagi dalam pergaulan. Perlu juga
dipikirkan, bagaimana dengan kesempatan untuk sekolah atau berkarier demi masa
depan kita? Coba renungkan, betapa banyak konsekuensi yang harus kita tanggung.
Sementara
jika kita menunda hubungan seks hingga saat yang sah (dalam perkawinan), kita
dapat menghitung keuntungan-keuntungan yang bisa didapat yaitu :
(1)
Kesempatan untuk menikmati hidup dan merencanakan masa depan
Dengan menunda hubungan seks memberikan
kita lebih banyak waktu untuk menikmati hidup, bermain bersama teman-teman, belajar
tentang mengenal lawan jenis, belajar tentang menyiapkan diri untuk pernikahan,
dan dapat menyiapkan diri untuk meraih masa depan yang baik.
(2) Terhindar dari stres
Tentu saja, Kita enggak perlu stres setiap
hari memikirkan apakah pacar kita akan hamil atau enggak. Kita enggak perlu
memikirkan bagaimana kalau kita enggak perawan lagi. Atau enggak perlu
memikirkan apakah kita terkena HIV/AIDS serta infeksi menular seksual lainnya.
(3) Lebih percaya diri (pe-de)
Kita lebih yakin dengan konsep diri kita.
Bangga dan menjadi percaya diri. Dengan memng diri lebih positif akan membantu
kita untuk memng orang lain secara positif, termasuk hubungan yang kita bangun.
Kita menjadi percaya diri karena melakukan hal-hal positif dan merasakan kebahagiaan
dan kepuasan hidup.
(4)
Membuat
hidup lebih sehat
Menunda hubungan seks menghindari risiko
penyakit dan kerusakan terhadap tubuh kita. Kita dapat menjaga tubuh kita dan
orang lain dari penyakit dan kerusakan. Jadi, kalau tubuh sehat kita dapat
melakukan aktivitas secara baik dan menyenangkan.
Jawa Pos,
menuliskan bahwa salah satu sebab kanker serviks pada wanita adalah karena
menikah diusia dibawah 18 tahun. Usia kalian baru 12-15 tahun, jadi
sepantasnyalah kalau belajar untuk meraih cita-cita, hidup berprestasi dalam
menyongsong masa depan adalah yang utama bagi remaja. Itu sebabnya mengapa
menunda hubungan seks kita katakan sebagai sebuah pilihan smart.
biar lebih matang...
BalasHapuslebih siap dari segi ekonomi dan mental. hehe
BalasHapuswah... dini asal bener
BalasHapusiya lah....harus mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang...
BalasHapussesuaikan usia, siapkan mental dan pekerjaan supaya masa depan dpt brjalan dgn baik...
BalasHapusHarus siap lahir dan batin...
BalasHapusGa uzah buru2...
BalasHapusPersiapkan sgala sesuatu'y dg matang, agar tdk ada pnyesalan dikemudian hari.,
BalasHapusga usah buru2,
BalasHapuspersiapannya ga segampang yg dibayangin,
pernikahan dini...?
BalasHapusngga deh..masih belum siap.
setujaaaa
BalasHapusAll@ sippzZ lah...udh pd coment.
BalasHapus